Inilah Manfaat Dari Memakan Pepaya

Pepaya ialah salah satu buah yang bisa dengan mudah didapatkan dimana saja. Tak hanya di pasar, kita bisa menemukannya di swalayan atau toko buah. Kebanyakan orang berfikir jika pepaya hanya baik bagi kesehatan pencernaan saja.

Padahal dalam realitanya pepaya memiliki banyak sekali manfaat kesehatan jika kita rajin mengonsumsinya lho.

Berikut Beberapa Manfaat Dari Memakan Pepaya :

  • Kesehatan Kulit

Kandungan vitamin C didalam pepaya yang tinggi ini juga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi kulit.

Kita pun tidak akan mudah terkena masalah penuaan dini seperti, kerutan di wajah, kulit mulai kendur, dan keriput.

  • Pencernaan Menjadi Lebih Sehat

Kandungan enzim papain di dalam pepaya ternyata bisa meningkatkan kinerja pencernaan dengan signifikan.

Bahkan pakar kesehatan menyebut pepaya ini bisa mengatasi beberapa masalah pencernaan layaknya sembelit, perut kembung dan sindrom iritasi usus.

  • Mencegah Kanker

Penelitian membuktikan bahwa pepaya memiliki kandungan anti kanker yang bisa mencegah datangnya kanker payudara.

Kandungan antioksidan di dalamnya yang sangat tinggi juga akan semakin memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kita pun tidak akan mudah terkena kanker ini.

  • Baik Untuk Kesehatan Jantung

Pepaya akan kandungan likopen dan vitamin C, kandungan ini bisa memberikan perlindungan baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Hal ini akan membuat resiko terkena kolesterol tinggi, salah satu hal yang menyebabkan penyakit jantung menurun.

  • Mencegah Peradangan

Gaya hidup yang tidak sehat seperti menerapkan pola makan yang buruk, sering merokok dan sering stres akan membuat peradangan di dalam tubuh semakin meningkat.

Dengan rutin memakan pepaya yang akan antioksidan, resiko peradangan ini bisa menurun sehingga kita pun tidak akan mudah terkena penyakit.

  • Mendapatkan Antioksidan

Para peneliti menyebut penderita alzheimer yang rutin mengonsumsi ekstrak buah pepaya selama 6 bulan mampu menurunkan resiko kerusakan oksidatif dan penuaan dini lho pada fungsi otang hingga 40%.

Resiko terkena kanker juga menurun dengan signifikan. Para partisipan ini tidak mudah mengalami gangguan daya ingat, gangguan berpikir, atau masalah kemapuan berbicara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here